
Di bisnis impor, pemasok murah sering terlihat seperti peluang yang sayang dilewatkan. Harga cocok, jumlah pesanan minimum masih masuk, respons cepat, katalog rapi, bahkan faktur proforma sudah dikirim. Untuk importir pemula, rangkaian ini mudah dianggap sebagai tanda bahwa transaksi sudah cukup aman.
Padahal justru sebelum pembayaran, risiko supplier scam (penipuan pemasok) mulai menjadi serius.
Yang sering terjadi di lapangan, importir terlalu fokus memeriksa barang dan harga, tetapi lupa memeriksa siapa sebenarnya pihak yang akan menerima uang. Faktur bisa dibuat. Stempel bisa dicantumkan. Foto fasilitas belum tentu membuktikan kepemilikan perusahaan. Bahkan alamat surel dapat dibuat sangat mirip dengan alamat asli.
FBI menjelaskan bahwa dalam skema Business Email Compromise (kompromi surel bisnis), pelaku dapat menyamar sebagai vendor, memanfaatkan percakapan bisnis yang terlihat sah, kemudian mengubah instruksi pembayaran atau rekening tujuan. Karena itu, perubahan detail rekening dan prosedur pembayaran perlu diverifikasi melalui kanal komunikasi lain yang sudah dipastikan benar.
Maksud saya begini. Dokumen terlihat lengkap belum tentu identitas transaksinya konsisten.
Kalau pemasok berasal dari Tiongkok, langkah awal yang masuk akal adalah mencocokkan nama perusahaan dan nomor registrasinya melalui National Enterprise Credit Information Publicity System (Sistem Publikasi Informasi Kredit Perusahaan Nasional). Sistem resmi tersebut menyediakan pencarian berdasarkan nama perusahaan, kode kredit sosial terpadu, atau nomor registrasi, sekaligus memuat informasi mengenai perusahaan yang masuk daftar operasi abnormal maupun pelanggaran serius.
Setelah identitas perusahaan ditemukan, cocokkan dengan rekening penerima.
Nama rekening yang berbeda tidak otomatis berarti penipuan. Perdagangan internasional kadang menggunakan perusahaan afiliasi atau entitas pembayaran tertentu. Nah ini nih yang harus diuji. Pemasok harus mampu menjelaskan hubungan tersebut dan memberikan dasar dokumennya. Kalau pembayaran justru diarahkan ke rekening pribadi atau perusahaan lain yang hubungannya tidak jelas, jangan buru-buru transfer.
Riwayat pemasok juga perlu dibaca sebagai pola, bukan dekorasi profil. Federal Trade Commission menyarankan perusahaan yang akan berbisnis dengan pihak baru untuk mencari nama perusahaan tersebut bersama kata seperti scam (penipuan) atau complaint (keluhan) dan melihat pengalaman pihak lain.
Kalau pencarian dilakukan melalui Alibaba.com, status Verified Supplier (pemasok terverifikasi) dapat menjadi lapisan pemeriksaan tambahan karena mencakup verifikasi pihak ketiga terhadap profil dan kemampuan perusahaan. Untuk transaksi yang memenuhi ketentuan, Trade Assurance (perlindungan transaksi) juga menyediakan mekanisme pembayaran dan penyelesaian masalah melalui platform. Alibaba secara eksplisit mengingatkan pengguna agar tidak membayar di luar platform apabila ingin mempertahankan perlindungan pembayaran tersebut.
Lalu minta sampel.
Sampel memang tidak menjamin pemasok pasti aman. Tetapi dari sini Anda mulai menguji apakah spesifikasi, komunikasi, waktu pengerjaan, kualitas, dan kemampuan pengiriman benar-benar sesuai dengan yang ditawarkan. Untuk transaksi bernilai besar, pemeriksaan bisa diperkuat dengan panggilan video dari fasilitas pemasok, pemeriksaan pihak ketiga, serta referensi transaksi yang dapat divalidasi.
Bayangkan importir mendapatkan penawaran komponen dari Tiongkok dengan harga 12 persen lebih rendah dari penawaran pembanding. Respons cepat. Faktur sudah siap. Tetapi nama penerima pembayaran berbeda dari perusahaan pada faktur, alamat surel untuk instruksi pembayaran sedikit berbeda, lalu pemasok mendesak agar transfer dilakukan hari itu juga.
Zonk.
Pada titik itu harga murah sudah kehilangan relevansinya. Satu kesalahan transfer dapat mengubah rencana penghematan pembelian menjadi kerugian penuh.
Dampaknya juga tidak berhenti pada uang muka. Arus kas terganggu. Produksi bisa mundur. Margin tergerus karena perusahaan harus mencari barang pengganti. Pengiriman kepada pelanggan ikut terlambat. Kredibilitas perusahaan akhirnya terkena dampak. Untuk importir dengan modal kerja terbatas, satu transaksi bermasalah bahkan dapat memutus siklus impor berikutnya.
Menurut pengalaman saya, titik buta importir pemula adalah menganggap kelengkapan dokumen sebagai bukti keamanan. Padahal yang harus dicari adalah konsistensi bukti. Identitas perusahaan sesuai. Rekening dapat dijelaskan. Jejak transaksi masuk akal. Sampel sesuai. Komunikasi konsisten. Kanal pembayaran memiliki perlindungan yang jelas.
Begini. Sebelum membicarakan ongkos kirim, jadwal kapal, atau customs clearance (penyelesaian kepabeanan), pastikan dulu uang Anda memang dikirim kepada pihak yang benar.
HSH Cargo dapat membantu Anda mendiskusikan alur impor secara end to end (menyeluruh), sehingga keputusan pembelian, pembayaran, kepabeanan, dan pengiriman dapat dinilai sebagai satu rangkaian risiko bisnis.
Pertanyaannya sederhana.
Sebelum transfer ke pemasok baru, apakah Anda baru memverifikasi barang yang akan dibeli, atau sudah memverifikasi siapa yang benar-benar menerima uang Anda?
Sedang menyiapkan impor dari pemasok baru dan masih ragu dengan alur transaksinya? Diskusikan bersama HSH Cargo agar risiko pembelian, pembayaran, dokumen, kepabeanan, dan pengiriman dapat dipetakan sejak sebelum barang diberangkatkan.