
Riau terkenal dengan ladang minyak bumi dan areal perkebunan sawitnya yang luas. Dari sumur-sumur ladang minyaknya, Riau mampu menghasilkan 300 ribu barel setiap harinya. Sedangkan dari lahan sawit seluas 3,49 juta hektare, Riau dapat memproduksi minyak kelapa/CPO sebanyak 9,22 ton. Dengan melibatkan jasa ekspor Riau, minyak bumi bisa diperdagangkan hingga Singapura, Korea Selatan, dan Jepang. Sementara untuk minyak sawit, jasa ekspor Riau mengirimkannya ke Pakistan, India, Tiongkok, dan Belanda.
Dari dua komoditi migas tersebut, Riau tercatat sebagai salah satu pengekspor minyak terbesar di Indonesia. Namun komoditi ekspor milik provinsi yang juga mendapat predikat terkaya di Indonesia ternyata bukan cuma dari sektor migas saja. Di sektor non migas pun komoditi Riau pun tak kalah membanggakan. Sebut saja salah satunya buah nanas.
Nanas Riau Bersaing di Pasar Internasional
Meski nanas bukan tanaman asli Indonesia dan termasuk highrisk produk, tetapi buah ini berhasil tumbuh subur di negeri ini bahkan menjadi salah satu komoditi ekspor di sektor non migas. Riau sendiri merupakan daerah penghasil nanas terbanyak nomor lima si Indonesia dan Lampung sebagai pemuncaknya.
Menurut data BPS yang rilis 2022, Riau telah mengekspor nanas sebanyak 261.761 ton ke berbagai negara melalui perantara jasa ekspor Riau. Sentra nanas di Riau terdapat di beberapa titik seperti Dumai, Kabupaten Siak, Kabupaten Indragiri Hilir, dan yang paling terkenal di Kabupaten Kampar. Adapun negara-negara sasaran ekspor nanas Riau ini antara lain Singapura, Hongkong, bahkan lebih jauh lagi ke Iran.
Kabar baiknya lagi, volume ekspor nanas nyaris tak pernah lesu. Untuk itulah, kami dari HSH Cargo yang bisa menjadi importir personal hadir dalam setiap pengiriman yang Anda lakukan. Setiap tahunnya Indonesia mengalami surplus dari perdagangan nanas Riau ke luar ngeri. Hal tersebut sekaligus menandakan bahwa kualitas nanas dari perkebunan Riau dapat diterima oleh aelera masyarakat macanegara dan layak saing dengan nanas-nanas ekspor lainnya.
Keunggulan Nanas Riau dan Produk Turunannya
Pada dasarnya, nanas memiliki rasa manis keasam-asaman. Daging buahnya mengandung banyak air (watery). Namun, pada kenyataannya ada juga nanas yang rasa asamnya lebih mendominasi sehingga kurang sedap disantap. Belum lagi warna daging buahnya pucat dan kadar airnya sedikit sehingga terasa kurang segar di mulut.
Perbedaan kualitas nanas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni:
· Jenis bibit nanas yang digunakan.
· Kondisi lahan, terkait persiapan lahan sebelum penanaman.
· Cuaca atau Iklim. Nanas lebih cocok tumbuh di kawasan beriklim tropis dan subtropis.
· Kadar ph pada tanah.
Di Riau semua faktor yang diperlukan nanas untuk tumbuh subur terpenuhi. Itu mengapa nanas dapat tumbuh subur di provinsi ini. Berdaging tebal dan ukuran buahnya bisa mencapai 1,2-1,9 kg. Dari satu buah nanas Riau saja, kita dapat memanfaat daging buahnya sebanyak 70-80% dan air/sari buah hampir 90%. Ditambah lagi rasanya yang dominan manis.
Kelezatan buah nanas dari perkebunan Riau tak hanya cocok disantap segar saja. Petani nanas di provinsi ini juga telah mengolahnya dalam bentuk makanan siap santap seperti keripik nanas, dodol, selai, dan lain sebaginya.
Produk turunan nanas tersebut ternyata juga mendatangkan keuntungan besar bagi petani, UMKM, bahkan negara. Sebab, pendistribusiannya bukan hanya di dalam negeri saja. Keripik nanas misalnya, telah menambah daftar komoditi ekspor non migas yang rutin jasa ekspor Riau kirim ke Singapura dan Malaysia.
Pantas kiranya Riau menduduki peringkat lima teratas sebagai provinsi terkaya. Mengingat begitu banyak hasil alam potensial yang dapat didistribusikan jasa ekspor Riau ke berbagai negara dunia. Di sinilah peran dari HSH Cargo yang tidak hanya sebagai jasa ekspor Riau, melainkan juga importir alat untuk pelayanan, pengecer barang mahal, dan bisa untuk peserta tender yang bisa Anda manfaatkan.