
Bali sebagai salah satu propinsi yang ada di Indonesia memang menyimpan banyak keunggulan. Tidak saja dalam sector pariwisatanya, tetapi juga dalam sector bisnisnya. Terbukti dari data yang disampaikan oleh BPS Propinsi Bali kita bisa melihat performance Bali dalam transaksi perdagangan internasional semakin meningkat.
Bicara soal performance bisnis dan transaksi internasional kita bisa melihat bahwa di tahun 2023 kondisi Bali sebagai salah satu propinsi dengan beragam keunggulannya mampu menjadi salah satu daerah yang berpotensi dalam pengembangan bisnis dan transaksi internasional di Indonesia. Di mana dalam kondisi tersebut kita bisa melihatnya dari perkembangan bisnis yang ada di Propinsi Bali.
Dari data yang di sampaikan oleh BPS ( Biro Pusat Statistik ) tahun 2024 kita bisa melihat bahwa di bandingkan tahun 2022 periode bulan Nopember kita bisa melihat bahwa di bulan Nopember 2022 perkembangan ekspor Indonesia yang berasal dari Propinsi Bali berada di angka : US$52,68 juta terjadi kenaikan di bandingkan dengan kondisi yang ada di bulan Nopember tahun 2023 yaitu sebesar US$55,93 juta. Tidak saja di sector ekspor, perdagangan di sector import pun juga mengalami kenaikan di periode yang sama di bulan Nopember 2022 di bandingkan tahun 2023. Untuk impor dari Propinsi Bali hingga Nopember 2022 mencapai US$8,51 juta menjadi US$10,38 juta yang artinya untuk impor terjadi kenaikan sebesar 21,94 persen lebih tinggi dari kenaikan ekspor di periode yang sama yang hanya sekitar 6,17 persen.
Dengan melihat kondisi yang ada di dua tahun terakhir saja kita sudah bisa melihat bahwa Bali atau tepatnya Propinsi Bali memang tidak saja memiliki potensi sebagai daerah yang terkenal dengan potensi wisata dunianya. Tetapi Bali pun bisa berkembang atau di kembangkan menjadi salah satu daerah dengan peningkatan transaksi bisnis internasional yang cukup baik untuk propinsi di Indonesia.
3 Klasifikasi Golongan Penggunaan Barang yang ada di Propinsi Bali sesuai kondisi 2023
Berkaca dari kondisi yang ada di atas, kita bisa menjelaskannya berdasarkan kondisi produk import yang di bagi dalam 3 bagian besar. Di mana ke-3 bagian tersebut dapat menjadi satu acuan bagi kalian yang saat ini memang berkeinginan untuk menjalankan bisnis Jasa Import Bali. Karena dengan kalian mengetahui seperti apa kondisi yang terjadi di Bali semakin memudahkan bagi kalian dalam menentukan produk dan sistem perdagangan seperti apa yang ingin kalian jalankan.
No. Golongan Penggunaan Barang November 2022 Oktober 2023
1 Barang konsumsi/bahan baku US$3.783.298 US$4.435.406
2 Barang penolong US$3.874.481 US$6.026.108
3 Barang modal US$ 855.995 US$1.025.088
Dari data yang tersaji diatas, kita bisa melihat bahwa kondisi yang terjadi dalam 2 tahun terakhir di Propinsi Bali jelas memperlihatkan bahwa memang Bali memiliki potensi dalam pengembangan bisnis ekspor dan import. Hal itu bisa di lihat dari kondisi terkini yang ada di akhir tahun 2023 lalu. Sehingga dari sana kita bisa memastikan bahwa untuk menunjang perkembangan bisnis ekspor dan import yang ada di Bali tidak saja jika Pemerintah Daerah Propinsi Bali terus memacu perkembangan bisnis yang ada di Bali dengan beragam kebijakan atau peraturan yang akan bisa membuat bisnis perdagangan internasional di Bali semakin menarik untuk para pelaku bisnis yang ada di Bali dan sekitarnya.
Bisnis Jasa Impor Bali, Sebuah Peluang di Tengah Potensi Bisnis Perdagangan Internasional
Memang berkembangnya bisnis di suatu daerah bisa di akibatkan dari beberapa kondisi yang ada di daerah yang bersangkutan. Seperti juga kondisi bisnis yang ada di Propinsi Bali saat ini. Dengan melihat perkembangan yang terjadi saat ini, dimana salah satu kunci dari perkembangan bisnis yang ada di Bali berasal dari pelaku bisnis UMKM. Secara data kita bisa melihat bahwa memang pertumbuhan dan perkembangan jumlah UMKM yang ada di Bali baik cukup signifikan dari tahun ke tahun.
Sekedar informasi dari 2019 hingga 2023 secara total kita bisa katakan bahwa perkembangan jumlah UMKM di Bali cukup tinggi. Dari 13.042 UMKM yang ada di Bali tahun 2019 berkembang menjadi 442.8848 UMKM tahun 2023 di Bali, Sehingga dari sini kita bisa melihat bahwa bisnis dan perdagangan di Bali bisa menjadi trigger perkembangan UMKM yang ada di Bali.
Pertumbuhan jumlah UMKM yang ada di Bali juga di perkuat dengan data penyaluran KUR( Kredit Usaha Kecil ). Hingga memasuki semester ke-1 tahun 2023 saja nilainya sudah bisa mencapai Rp2,9 trilliun hanya untuk 41 ribu debitur. Meskipun penyaluran yang terjadi masih sebatas pada KUR ( Kredit Usaha Rakyat) tetapi jelas ini akan bisa menggerakan potensi bisnis di kalangan para UMKM di Propinsi Bali.
Untuk penjelasannya adalah KUR yang ada di Bali selama tahun 2023 telah bisa dibagi dalam beberapa bagian. Di mana untuk penyaluran paling besar berada di kelas UMKM Mikro dengan total Rp1,6 triliun bagi 30 ribu debitur ( UMKM). Dimana untuk jumlah penerima KUR nya sendiri yang paling banyak memang berada di Kabupaten Buleleng sekitar 7,3 ribu debitur ( penerima). Sedangkan untuk penyaluran terbesar dalam tahun 2023 berasal dari Kota Denpasar Bali yang mencapai Rp559 miliar. Memang penggunaan dana KUR yang di terima oleh para UMKM yang ada di Bali bisa di gunakan untuk kendukung operasional bisnis dari para UMKM tersebut. Tetapi jangan salah, dengan besarnya potensi bisnis ekspor dan impor yang ada di Bali tidak tertutup kemungkinan dana tersebut juga di arahkan untuk menunjang bisnis ekspor dan import.
Karena berdasarkan situasi dan kondisi yang ada di Bali, bisa di jelaskan dalam beberapa hal kenapa pada akhirnya masyarakat Bali banyak menyukai barang barang import :
- Kebutuhan barang import yang ada di Bali dari tahun ke tahun semakin meningkat. Kondisi ini semakin terlihat dari semakin banyaknya pelaku bisnis UMKM yang melakukan bisnis internasional seperti bisnis import.
- Pasar atau market Bali suka dengan produk produk import karena mereka beranggapan Masyarakat Bali sendiri begitu suka dengan produk produk impor karena selain kualitas yang baik juga harga yang relative murah. Sehingga dengan kondisi seperti itula bisnis Jasa Impor Bali bisa berkembang cukup baik.
- Dengan adanya kebutuhan dari para Pengusaha Pengusaha di Bali terkait kemudahan untuk bisa melakukan transaksi internasional baik ekspor atapun import pada akhirnya memang berdampak pada kebutuhan bisnis yang bisa menyediakan jasa import dari produk atau barang yang bersakutan. Hingga kini produk import yang banyak masuk ke Bali berasal dari negeri negara seperti : Negara Negara Asia layaknya impor dari negara lain seperti China, Impor dari Amerika, Impor dari Eropa, Impor dari Australia dan Negara Negara lain yang memang layak untuk di kembangkan.
Jadi bagi kalian yang ingin bisa memaksimalkan potensi bisnis khususnya bisnis ekspor dan impor bisa mulai menjalankannya. Atau jika kalian ingin mengembangkan bisnis import dengan fokus pada Jasa Impor Bali jangan tunda kesempatan tersebut. Cobalah menghubungi HSH Cargo. Karena HSH Cargo sebagai layanan jasa ekspor impor, adalah layanan tepat untuk bisnis Anda, segala sesuatunya akan kami pastikan lancar. Anda hanya perlu kunjungi website resminya di www.hsh.co.id untuk mengetahui penawaran terbaik dari kami.