
Menjelang November 2026, cuaca kembali menjadi perhatian dalam perencanaan logistik impor. BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 mundur di sebagian besar wilayah Indonesia akibat pengaruh El Niño sangat kuat. Sebanyak 185 zona musim diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November. Namun, kondisi cuaca setiap wilayah berbeda, termasuk di negara asal dan titik transit pengiriman internasional.
Sekilas, musim hujan yang mundur terdengar menguntungkan. Tetapi kondisi lebih kering di Indonesia tidak menjamin perjalanan kargo dari luar negeri bebas gangguan. Cuaca buruk di pelabuhan China, gangguan penerbangan di negara transit, hingga kondisi terminal tujuan tetap dapat memengaruhi jadwal kedatangan barang.
Pengiriman laut memiliki risiko yang berbeda dari pengiriman udara.
Pada pengiriman laut, gelombang tinggi, angin kencang, dan badai dapat memengaruhi jadwal pelayaran maupun aktivitas pelabuhan. Kapal mungkin harus menunggu kesempatan sandar, sementara kegiatan bongkar muat dapat dibatasi demi keselamatan.
Gangguannya bisa berlanjut. Ketika satu kapal terlambat, jadwal pelayaran berikutnya dapat ikut bergeser. Bahkan setelah kapal tiba, kontainer belum tentu langsung tersedia untuk dikeluarkan dari terminal.
Pada September 2026, Maersk melaporkan gangguan akibat musim topan di Asia Timur yang menyebabkan kemacetan pelabuhan dan keterlambatan operasi kapal. Ini menunjukkan bahwa dampak cuaca pada kargo dapat meluas sampai ke jadwal pengiriman berikutnya.
Lalu, apakah pengiriman udara lebih aman dari keterlambatan? Belum tentu.
Pesawat memang memiliki waktu perjalanan lebih singkat. Namun, badai petir, angin kencang, dan jarak pandang rendah dapat menyebabkan penundaan keberangkatan, pengalihan penerbangan, atau pembatalan.
Risiko udara bahkan memiliki persoalan tambahan. Ketika penerbangan batal, kargo bisa kehilangan jadwal keberangkatan dan harus menunggu ketersediaan ruang pada penerbangan pengganti. Jika melalui transit, keterlambatan di satu bandara dapat mengganggu sambungan pengiriman berikutnya.
Situasi seperti ini penting bagi importir komponen elektronik dari Singapore atau bahan baku industri dari China. Barang yang dijadwalkan tiba untuk memenuhi kebutuhan produksi mendesak bisa tertahan meskipun menggunakan layanan udara.
Nah, persoalan sebenarnya muncul ketika perusahaan importir menganggap ETA atau perkiraan waktu tiba sebagai kepastian barang siap digunakan.
Dalam pengiriman laut, masih ada proses bongkar muat, kepabeanan, dan pengambilan kontainer. Pada pengiriman udara, kargo juga harus melewati penanganan terminal, pemeriksaan yang diperlukan, penyelesaian dokumen, serta pengiriman menuju gudang atau pabrik.
Ketika bahan baku terlambat, arus kas tertahan karena pembayaran sudah dilakukan sementara barang belum dapat digunakan. Jadwal produksi berantakan, biaya operasional meningkat, dan margin keuntungan dapat tergerus. Jika keterlambatan berulang sampai mengganggu pesanan pelanggan, kredibilitas perusahaan ikut dipertaruhkan.
Biaya tambahannya pun berbeda. Pada pengiriman laut terdapat potensi storage, demurrage, atau detention sesuai kondisi dan ketentuan masa bebas biaya. Pada pengiriman udara, penumpukan di gudang kargo, perubahan penerbangan, atau pengaturan pengiriman alternatif dapat menambah biaya. Semua biaya tersebut bergantung pada situasi aktual, bukan otomatis muncul setiap terjadi keterlambatan.
Karena itu, hitung buffer time atau waktu cadangan berdasarkan tanggal bahan baku dibutuhkan di pabrik. Evaluasi riwayat keterlambatan setiap rute, kesiapan dokumen, waktu pengurusan impor, dan pengiriman darat.
Untuk bahan yang kritis, pertimbangkan membagi pengiriman. Volume utama tetap melalui laut, sementara sebagian kebutuhan mendesak dapat dikirim lewat udara setelah memperhitungkan selisih biaya dan risiko berhentinya produksi.
Di HSH Cargo, perencanaan pengiriman perlu mempertimbangkan kebutuhan bisnis, kondisi rute, serta kemungkinan perubahan jadwal. Tujuannya agar keputusan logistik dapat diambil sebelum gangguan berubah menjadi persoalan produksi.
Jadi, ketika cuaca mulai memengaruhi jadwal impor, apakah perusahaan Anda sudah menyiapkan alternatif pengiriman, atau masih bergantung pada satu tanggal ETA?
Cuaca ekstrem dapat memengaruhi pengiriman laut maupun udara, tetapi dampaknya terhadap bisnis bisa dikurangi melalui perencanaan yang tepat. Diskusikan kebutuhan impor Anda bersama HSH Cargo untuk mengevaluasi rute, jadwal kedatangan, waktu cadangan, dan alternatif pengiriman sesuai kebutuhan produksi.
Kunjungi hsh.co.id untuk konsultasi logistik ekspor impor.