
Potensi bisnis ekspor dan import di tahun 2024 menjadi salah satu triger atau pemicu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional di tahun 2024. Hal itu di dasarkan pada satu kondisi bahwa di karenakan beratnya kondisi ekonomi yang di picu dengan adanya pelemahan ekonomi dunia, maka salah satu yang bisa di usahakan untuk menggerakan ekonomi makro Indonesia adalah aktivitas di bidang ekspor dan import.
Kondisi ekonomi Indonesia di tengah pelemahan ekonomi dunia ( global ) memang di karenakan beberapa hal, tidak saja akibat dampak yang terjadi karena sektor tersebut. Kondisi tersebut juga terjadi karena adanya factor ketegangan geopolitik di Eropa Timur dan Timur Tengah berlanjut, dan dihadapi dengan perlambatan ekonomi mitra dagang utama. Berdasarkan kondisi itulah maka kita berharap apa yang terjadi di luar negeri tidak terlalu banyak berdampak bagi perkembangan bisnis yang ada di Indonesia.
Berdasarkan kondisi itulah, setidaknya ada 2 hal yang bisa menjadi trigger untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi makro Indonesia pada saat kondisi dunia tidak sedang baik – baik saja. Di mana kedua hal yang di maksud adalah seperti : (1) Mengoptimalkan potensi bisnis ekspor dan import sebagai salah satu solusi perdagangan internasional (2) Mengoptimalkan potensi yang ada di bisnis E-Commerce. Karena kita tahu sejak adanya pandemic covid tempo hari, bisnis jasa online semakin menunjukkan perkembangan yang cukup significant.
Selain dua hal tadi, sebenarnya masih ada beberapa hal yang masih mungkin bisa di kembangkan agar potensi peningkatan ekonomi makro Indonesia bisa tetap dipertahankan seperti tahun tahun sebelumnya. Nah untuk masalah yang satu ini, memang kita bisa melihatnya dari beberapa potensi yang ada seperti : (a) Memaksimalkan pengembangan industri berbasis manufacture non migas (b) Memaksimalkan konsep bisnis berbasis teknologi digital guna peningkatan bisnis dari pelaku usaha yang berasal dari Pemerintah, Pengusaha hingga Pelaku Ekonomi.
Potensi Bisnis Ekspor dan Kemungkinan Pengembangan Bisnis JASA IMPORT di Indonesia
Bicara soal bisnis ekspor dan import, sejatinya kita bicara soal bisnis yang berhubungan dengan sector industri logistics. Karena bagaimanapun juga, ketika bisnis ekspor dan import berkembang maka satu sector yang tidak bisa di pisahkan adalah sector industri logistics sebagai salah satu ujung tombak perkembangan bisnis yang ada di bisnis ekspor dan import.
Karena sekalipun kondisi di tahun 2024 tidak sebagus yang terjadi di sepanjang tahun 2023 karena beberapa alasan seperti misalnya tahun politik di tahun 2024. Tetapi bisnis ekspor dan import masih akan terus berkembang dengan adanya pertumbuhan di angka 9 dan9,4%. Angka ini jelas masih cukup tinggi jika melihat kondisi ekonomi global yang ada di dunia.
Hal lain yang masih menjadi kendala dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi makro Indonesia adalah berhubungan dengan penurunan kinerja ekspor yang berasal mitra dagang utama Indonesia yang berasal dari China, AS, Jepang dan Korea. Sehingga peningkatan kinerja ekspornya sendiri masih bisa belum berjalan secara maksimal.
Nah jika Indonesia ingin bisa tetap mempertahankan kondisi pertumbuhan ekonominya maka mau tidak tahu beberapa hal yang telah di jelaskan diatas bisa di maksimalkan dengan menyesuaikan kondisi yang saat ini ada di tahun 2024.
Potensi Bisnis JASA IMPORT dalam Perspektif Bisnis Importir di Indonesia
Memang tidak bisa kita pungkiri, bahwa saat ini banyak pelaku bisnis yang ingin masuk dan menjadi salah satu pelaku bisnis yang ada di sector bisnis ekspor dan import. Di mana dari beberapa produk yang masih memiliki potensi untuk bisa di kembangkan jadi bisnis produk import adalah seperti : Produk barang konsumsi, Bahan Baku Penolong, Barang Modal, hingga beberapa produk yang masuk dalam katagori produk Komoditi Non Migas seperti Produk Hasil Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Mineral. Nah jika saat ini kalian ingin mengembangkan bisnis jasa pengiriman import, maka ada baiknya kalian ketahui beberapa komoditi yang saat ini masih menjadi andalan produk import yang ada di Indonesia. Dengan mengetahui beberapa produk tersebut maka kalian akan bisa lebih mudah untuk mengembangkan bisnis jasa pengiriman import yang ada di Indonesia.
- Produk Tepung Terigu.
Produk ini dalam sejarah perkembangan produk import Indonesia menjadi salah satu jenis produk yang banyak di datangkan ke Indonesia. Dengan jumlah import yang pernah mencapai 104,21 juta kilogram dengan nilai import US$45,29 juta. Produk ini biasanya banyak di import dari negara seperti Sri Langka, India, Turki, Ukraina, Jepang dan negara lainnya.
- Produk Kedelai Import
Adalah jenis produk import lain yang jumlahnya cukup banyak masuk ke Indonesia. Dengan total import yang pernah mencapai 1,19 miliar kg dengan nilai US$735,437 juta produk ini biasanya sering di import dari negara seperti Amerika Serikat, Argentina, Malaysia, Paraguay, Kanada hingga beberapa negara yang sering menjadi penyuplai produk kedelai untuk Indonesia
- Produk Sayur Mayur
Sekalipun Indonesia adalah negara tropis dengan curah hujan dan panas yang cukup besar, tetapi nyatanya Indonesia juga masih mengimport produk sayur mayur dari negara China salah satunya dengan nilai sebesar US$526,8 juta untuk 603,8 juta kilogram.
- Produk Bahan Bakar dan Minyak Mineral
Untuk produk yang satu ini salah satunya di import dari negara Iran dengan nilai import yang pernah terkirim sebesar US$364,6 juta atau setara dengan nilai RP5 triliun.
- Produk Garam dan Sulfur
Sama seperti produk mineral, produk satu ini banyak di import dari negara Iran dengan nilai import US$22 juta atau setara dengan nilai Rp303,6 miliar.
- Produk Jagung
Biasanya untuk import produk pertanian seperti Jagung, Indonesia masih sering import dari negara India, Argentina, Brazil, Thailand, Paraguay serta lainnya. Dimana besaran yang pernah terjadi adalah mencapai US$544,189 juta dengan volume 1,8 miliar kg.
- Produk Pupuk
Karena Indonesia adalah negara agraria maka kebutuhan pupuk juga menjadi salah satu hal yang mesti di siapkan. Sehingga karena kondisi itulah, Indonesia masih mengimport produk pupuk dari China dengan nilai US$523,8 juta atau Rp7,21 triliun untuk 2,3 juta ton produk Pupuk.
Jika kalian memang berkeinginan untuk mengembangan bisnis import dengan fokus pada JASA IMPORT, jangan tunda kesempatan anda. Cobalah menghubungi HSH Cargo. Karena HSH Cargo sebagai layanan jasa ekspor impor, adalah layanan tepat untuk bisnis Anda, segala sesuatunya akan kami pastikan lancar. Anda hanya perlu kunjungi website resminya di www.hsh.co.id untuk mengetahui penawaran terbaik dari kami.