
Satu hal yang membedakan bisnis ekspor & import dengan bisnis di dalam negeri adalah terkait dengan masalah dokumen transaksi. Di mana ketika kalian melakukan transaksi bisnis yang berhubungan dengan negara lain, sudah pasti dokumen ekspor dan import adalah kuncinya.
Ada banyak komponen pendukung yang mesti di persiapkan ketika kalian ingin melakukan transaksi bisnis dengan negara luar. Sehingga masalah dokumen menjadi satu hal yang penting, karena dokumen yang di butuhkan untuk transaksi bisnis ekspor dan import akan berbeda dengan transaksi bisnis ketika terjadi di dalam negeri.
Bisa jadi apa yang kalian perlukan atau persiapkan ketika melakukan transaksi bisnis di dalam negeri akan berbeda dengan dokumen ketika melakukan ekspor dan import. Itulah salah satu kunci yang sebenarnya perlu jadi perhatian untuk para pelaku bisnis ekspor dan import ketika mereka akan bertransaksi dengan pelaku bisnis di negara luar.
Dokumen Wajib Yang Mesti di Persiapkan dalam Aktivitas Ekspor dan Import.
Istilah dokumen dalam transaksi bisnis dengan pihak luar terbagi dalam dua bagian besar seperti dokumen wajib ekspor dan import serta dokumen pendukung. Dimana ketika kita bicara dokumen wajib untuk ekspor dan import ada minimal 7 istilah dokumen yang mesti di kalian pahami perspektifnya agar semua proses ekspor dan import bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Diantara beberapa contoh istilah untuk dokumen ekspor dan import itu sendiri dapat dijelaskan dengan beberapa penjelasan berikut ini :
- Dokumen  : Invoice / faktur
Dokumen ini di dalamnya akan berisi beberapa hal yang terkait dengan masalah bukti transaksi antara eksportir dan importir. Untuk pembagiannya sendiri jenis dokumen invoice terbagi menjadi : Performa Invoice, Commercial Invoice dan Consular Invoice.
- Dokumen : Packing List
Dalam istilah transaksi bisnis sendiri packing list biasanya memang terdiri dari beberapa keterangan yang menjelaskan tentang satu kondisi. Seperti misalnya penjelasan : Nama barang atau produk, Nomor dan tanggal packing list, jumlah kemasan ( pack, pieces, ikat, karung dll), berat bersih ( berat barang atau produk tanpa kemasan ), berat kotor ( berat barang atau produk dengan kemasan )
- Dokumen : Pemberitahuan Ekspor Barang ( PEB)
Dokumen yang satu ini lebih menjelaskan dalam konteks dokumen apa saja yang terkait dengan transaksi ekspor.
- Dokumen : Polis Asuransi
Dokumen ini lebih untuk menjaga atau meminimalkan resiko yang akan terjadi ketika transaksi ekspor di jalankan.
- Dokumen : Shipping Instruction
Biasanya dokumen yang satu ini akan mengikat didalamnya beberapa komponen seperti :bukti booking tempat, ruang serta container dalam suatu alat transport seperti kapal laut atau kapal udara.
- Dokumen : Bill of Lading ( Airway Bill)
Dokumen yang satu ini sudah pasti berhubungan dengan yang namanya bukti pengiriman barang atau tanda terima barang yang dipersiapkan oleh perusahaan jasa pengiriman ekspor.
- Dokumen : Certificate of Origin (COO)
Adalah salah satu dokumen yang akan bisa menjelaskan bahwa barang yang di kirimkan memang berasal dari negara tertentu. Sehingga dengan sertifikat ini buyer akan percaya bahwa produk ini adalah asli.
Jika tadi kita bicara soal dokumen ekspor, maka berikut ini kami coba sampaikan beberapa contoh dokumen pendukung ekspor. Diantaranya adalah 6 dokumen pendukung ekspor yang terdiri dari :
- Dokumen pendukung : Certificate of Analysis (COA)
Dokumen ini untuk menujukkan bahwa suatu barang atau produk yang dikirimkan kepada buyer negara lain memang telah sesuai dengan standar atau regulasi negara yang bersangkutan.
- Dokumen pendukung : Phytosanitary Certificate
Dokumen yang akan menjelaskan bahwa produk yang akan di kirim ke suatu negara sudah terbebas dari adanya : Jamur, Kuman dan Bakteri, sehingga dinyatakan bahwa produk tersebut aman.
- Dokumen pendukung : Fumigasi
Dokumen yang menunjukkan satu kondisi bahwa produk yang bersangkutan sudah mengalami atau di lakukan fumigasi sehingga produk tersebut sudah hilang dan bebas dari hama atau penyakit lainnya.
- Dokumen pendukung : Sertifikat Veteriner
Dokumen yang akan menunjukkan posisi bahwa produk yang akan di kirim sudah dijamin keamanannya. Biasanya sertifikat ini dipakai untuk produk produk pangan atau non pangan yang berasal dari hewan.
- Dokumen pendukung : Weight note
Dokumen yang memang di sedikan untuk menjelaskan kondisi bahwa produk yang dikirimkan tersebut sesuai dengan faktur yang dibuatnya. Biasanya untuk mendukung persiapan alat-alat yang akan di pakai untuk pemeriksaan.
- Dokumen pendukung : Measurement List
Dokumen yang satu ini posisinya jelas, yaitu dokumen yang akan bisa menjelaskan soal spesifikasi produk yang akan dikirim ke luar negeri seperti : keterangan untuk ukuran Panjang, volume, tebal produk, hingga masalah diameter pada setiap kemasan produk yang akan di ekspor. Kunjungi website resminya di https://hsh.co.id/ untuk mengetahui pelayanan terbaik dari HSH Cargo.