Kemarin malam, pas lagi mampir ke pembukaan pameran tunggal seorang kawan lama di Jakarta Selatan, saya melihat pemandangan yang agak ironis. Kawan saya ini, sebut saja Mas Dito, harusnya jadi bintang utama malam itu. Harusnya dia sibuk salaman, terima bunga, atau minimal senyum lebar lah depan kamera wartawan.
Tapi kenyataannya?
Dia malah mojok di dekat toilet, muka...
Read More