
Jahe merupakan salah satu rempah Indonesia terpopuler sejak berabad-abad silang. Masyarakat lazim memanfaatkan rempah ini sebagai bumbu masakan atau bagian dari ramuan pengobatan tradisional. Rempah ini pun juga banyak peminatnya dari luar negeri sehingga tidak heran jika ekspor rempah sering terjadi.
Saat menjadi komoditas ekspor luar negeri, jahe akan berbentuk kering, rimpang, atau bahkan awetan. Adapula jahe yang bentuknya menjadi minyak atsiri atau koresin saat menjadi barang ekspor. Bentuk-bentuk itu berlaku untuk jenis jahe merah dan jahe gajah.
Seperti Apa Potensi Ekspor Jahe dari Indonesia?
Sangat Potensial
Banyaknya produksi jahe dan permintaan dari negara lain membuat ekspor jahe Indonesia sangat potensial. Dari sekian banyak jenis jahe, jahe merah dan jahe gajah adalah dua jenis jahe yang paling banyak peminatnya.
Kedua jenis jahe itu awet dan tahan lama, terutama jika sudah berbentuk kering. Bentuknya yang kering membuat eksportir tidak perlu terburu-buru mengirimkan jahenya karena takut jahenya membusuk saat pengiriman berlangsung.
Nilai jual kedua jenis jahe itu juga tinggi, terutama saat sudah berbentuk kering. Adapun kisaran harga itu adalah Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per kilogram. Walaupun harganya terkadang naik-turun, harga kedua jenis jahe itu tetap tinggi saat menjadi komoditas ekspor, sehingga tetap menguntungkan eksportir.
Negara-Negara yang Berpotensi Menjadi Tujuan Ekspor Jahe Indonesia
Ada banyak negara yang bisa menjadi tujuan ekspor jahe Indonesia. Jepang adalah salah satunya. Sejak tahun 2000-an, berbagai supermarket dari negara tersebut sudah menjual manisan berbahan dasar jahe gajah kering.
Dalam prosesnya, jahe gajah yang sudah kering mendapat taburan gula, sehingga menghasilkan manisan jahe gajah yang pedas sekaligus manis. Adanya manisan jahe itu menjadi bukti bahwa masyarakat Jepang sangat meminati jahe.
Minat masyarakat Jepang itu bisa menjadi kesempatan bagi eksportir untuk melakukan ekspor jahe ke Jepang. Dengan kualitas produk yang baik dan promosi yang tepat, bukan tidak mungkin bahwa jahe dari Indonesia bisa menjadi primadona masyarakat Jepang.
Masih banyak negara Asia yang bisa menjadi tujuan ekspor berbagai jenis jahe dari Indonesia. Mulai dari Malaysia, Hongkong, sampai Bangladesh. Masyarakat dari berbagai negara itu sangat menyukai jahe Indonesia, walaupun nilai dagangnya masih kecil.
Jika eksportir ingin mengekspor jahe ke berbagai negara itu, eksportir tidak hanya harus memiliki produk berkualitas. Melainkan strategi pemasaran yang jitu. Perpaduan kualitas produk dan tepatnya strategi pemasaran membuat jahe Indonesia bisa ekspor ke negara-negara itu dengan nilai dagang yang tinggi.
Kendala Ekspor Jahe dari Indonesia
Untuk bisa mengekspor jahe dari Indonesia, ada beberapa kendala yang harus bisa eksportir selesaikan. Jika bisa menyelesaikannya, eksportir pasti mengekspor jahe ke luar negeri dengan sukses.
Adapun beberapa kendala itu adalah:
- Permodalan, terutama untuk para petani jahe skala kecil. Solusi untuk mengatasinya adalah meminta pemerintah untuk mempermudah petani mengakses kredit bunga rendah dari berbagai lembaga keuangan.
- Terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang bisa mengolah jahe menjadi kering atau bentuk lainnya. Solusinya adalah melakukan pelatihan terkait budidaya jahe dan pengolahannya.
Penutup
Dari pembahasan artikel ini, bisa kita simpulkan bahwa potensi ekspor jahe dari Indonesia sangat potensial, terutama jahe merah dan jahe gajah. Untuk bisa memaksimalkan potensinya, eksportir dan pihak pemerintah harus mengatasi berbagai macam kendala, seperti permodalan dan kualitas SDM.
Sekian pembahasan kami. Jika Anda membutuhkan jasa ekspor untuk jahe atau hasil bumi lainnya, Anda bisa gunakan jasa kami. Pastikan aktivitas ekspor Anda berjalan dengan lancar dan bersahabat dari segi harga.
Pengiriman barang pun kami jamin bisa sampai ke tujuan karena kami memakai sistem door to door. Jika Anda tertarik, silakan kunjungi situs resmi kami di https://hsh.co.id/.